Kuat Lemahnya Bunyi Dapat Dibedakan Melalui

Kuat Lemahnya Bunyi Dapat Dibedakan Melalui

 

Jawaban

Karakteristik bunyi yang membedakan bunyi lemah dan bunyi keras dalam frekuensi yang sama disebut intensitas bunyi.

Untuk membedakan bunyi kuat dan bunyi lemah dalam sebuah nada kita bisa menggunakan telinga. Dapun perbedaannya, bunyi yang kuat terdengar jelas di telinga, sementara bunyi yang lemah terdengar samar hingga bahkan tidak terdengar oleh telinga.

Semakin besar sebuah bunyi makan akan semakin jelas didengar, begitu pula sebaliknya semakin lemah, maka semakin samar terdengar.

 

Pembahasan

Kuat lemahnya bunyi ditentukan oleh amplitudo (simpangan maksimum). Semakin besar amplitudo, energi bunyi semakin besar sehingga bunyi akan terdengar semakin kuat (keras). Demikian juga sebaliknya, semakin kecil amplitudo maka energi bunyi semakin kecil sehingga bunyi akan terdengar semakin lemah.

Bunyi merupakan getaran yang merambat sehingga dapat didengarkan oleh telinga. Bunyi dapat merambat melalui beberapa medium seperti benda padat, cair, maupun gas. Adapun dua jenis bunyi yakni sebagai berikut:

  • Bunyi kuat
  • Bunyi lemah

Untuk lebih memahami mengenai kedua bunyi tersebut, kita dapat melihat contohnya dalam kehidupan sehari-hari, berikut contoh bunyi dan jenisnya:

  • Petir (bunyi kuat)
  • Klakson (bunyi kuat)
  • Seruling (bunyi kuat)
  • Sirine (bunyi kuat)
  • Suara beduk ketika dipukul (bunyi kuat)
  • Suara dua orang yang mengobrol dengan jarak agak jauh (bunyi lemah)
  • Suara kipas angin (bunyi lemah)
  • Suara angin (bunyi lemah)
  • Suara detik pada jarum jam (bunyi lemah)
  • Suara ketika menyapu lantai (bunyi lemah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *