Naon Gunana Talawengkar Dina Kaulinan Boy-Boyan Teh

Naon Gunana Talawengkar Dina Kaulinan Boy-Boyan Teh

 

Jawaban

Salah sahiji kaulinan tradisional anu mindeng dimaénkeun ku barudak nyaéta boy-boyan. Ieu kaulinan teh loba ngaran anu séjén di sagala rupa wewengkon, di wewengkon Sunda disebut babancakan, aya nu nyebut oge ieu kaulinan teh piring pecah.

Parabot dina kaulinan boy-boyan teh basajan, saukur merlukeun maké bal atawa sendal saukuran leutik pikeun malédog talawéngkar anu ditumpukkeun anu ngabentuk munara.

Talawengkar ieu teh pikeun dibaledog ku kelompok anu meunang bageanana, upamana keuna eta, anu jadi ucing kudu ngaberik jeung terus malédogkeun bal atawa sandal bieu kana anu malédog tumpukan talawéngkar bieu nepi kabeh pamaen kabaledog ku ucing.

Pembahasan

Permainan boy-boyan merupakan sebuah permainan sehari-hari yang dimainkan oleh dua kelompok. Anak-anak yang berpartisipasi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pelempar dan kelompok penjaga atau kelompok ucing.

Tidak ada kesepakatan atau perlu setelan terlebih dahulu untuk menentukan kelompok mana yang bermain terlebih dahulu. Kemudian, kelompok yang terus mengumpulkan potongan-potongan genting hingga bertumpuk ke atas sampai menjulang tinggi.

Semua anggota kelompok yang bukan kelompok ucing, masing-masing orangnya melempar menggunakan sendal atau bola kecil kepada genting yang sudah disusun menumpuk sebelumnya, dengan tujuan untuk bisa meruntuhkan genting yang disebut juga sebagai talawengkar.

Jika genting tersebut sudah diruntuhkan, kelompok yang menjadi ucing lalu memberikan lemparan balik kepada kelompok pemain yang tadi dilempar sampai seseorang dari kelompok tersebut terkena bola.

Bila terdapat satu orang yang tersentuh bola, maka pemain itu yang pertama keluar dari permainan sampai semua orang dalam kelompok pemain terkena lemparan bola oleh kelompok yang menjaga.

Bola juga dapat dioper dari satu anak laki-laki ke anak laki-laki lain yang lebih dekat dengan anak laki-laki dari kelompok lawan yaitu ucing. Jika lawan mencoba mengumpulkannya lagi, bola harus dilempar ke balik ke genting yang disusun tersebut.

Misalnya lemparan bola terkena kepada yang membentuk tumpukan sebelum semua anggotanya terlempar bola, kemudian kelompok yang menang mendapat giliran melempar bola kembali ke tumpukan talawengkar yang diruntuhkan sebelumnya, lalu bertukar kelompok yang menjadi kelompok penjaga.

Jika seluruh kelompok melempar bola atau terkena lemparan balik oleh bola atau gagal mengalahkan kelompok ucing, maka kelompok tersebut yang menjadi kelompok ucing, sedangkan kelompok ucing mendapat giliran untuk melempar bola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *